Di ruang kelas sepulang sekolah, aku dipanggil oleh Mayu-sensei, penasihat klub seni. Saat kami membicarakan kekhawatiranku tentang masa depan dan seni ku, dia diam-diam memberiku buku sketsa dan berbisik, "Hei, gambarlah aku sekali lagi... Aku akan menjadi modelmu." Mayu-sensei perlahan melepas pakaiannya, memperlihatkan tubuh telanjang seindah lukisan. Tubuh langsingnya memancarkan aura yang kuat di depan mataku, dan sebelum aku menyadarinya, pikiranku terpikat oleh tubuh 'telanjang' yang seharusnya kugambar. "Yang sebenarnya adalah..."