Rasionalitasnya yang kaku perlahan-lahan terkikis oleh ujung jari yang panas. Ketika ia berhenti berakting, instingnya mulai bergejolak. Hari-hari tanpa sorotan. Kehidupan sehari-hari pemuda yang bermimpi menjadi aktor itu diselimuti debu apartemen murahnya dan rasa cemas yang tak tergoyahkan. Kepekaan yang telah diasahnya dengan memainkan peran-peran kecil di panggung telah terkikis oleh "kenyataan yang tak berkelanjutan" dari pekerjaan serabutan, dan ia berada di ambang kehilangan tujuan hidupnya. Tapi...